9 Langkah Sistem Kerja Pengemudi Ambulans

Berikut ini 9 Langkah Sistem kerja Pengemudi Ambulans.  Saya membahas ini karena menurut Saya ini cukup penting. Ini juga termasuk jadwal kerja, perangkat komunikasi, dan alat. Jadwal kerja penting karena harus dapat mengakomodasi kebutuhan pengemudi ambulans. 

Pengemudi Ambulans juga harus bisa bekerja berjam-jam, tetapi juga punya waktu untuk istirahat dan relaksasi. Alat komunikasi tersebut antara lain radio dan telepon. Radio itu penting karena dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pengemudi lain dan layanan ambulans. 

Sistem Kerja Pengemudi Ambulans
Telepon juga penting karena dapat digunakan untuk meminta bantuan, menjawab pertanyaan, dan mendengarkan komunikasi. Pengemudi ambulans memiliki sistem kerja unik yang dapat memengaruhi layanan ambulans secara positif atau negatif. 

Beberapa pengemudi ambulans mungkin merasa bahwa pekerjaan mereka memuaskan dan memberi mereka tujuan. Orang lain mungkin menganggap pekerjaan mereka sulit dan membuat frustrasi. Pengemudi ambulans seringkali diminta untuk bekerja berjam-jam dan tersedia 24/7.

Hal ini dapat menyebabkan beberapa pengemudi Ambulans merasa lelah dan stres. Pengemudi ambulans seringkali diminta untuk memberikan layanan yang sangat baik. Namun, beberapa pengemudi mungkin merasa sulit untuk mempertahankan hubungan pribadi yang baik dengan pasien dan rekan kerja.

Cara pandang dan pelaksanaan

Bagaimana budaya dan sistem kerja pengemudi ambulans dapat membentuk cara pandang dan pelaksanaan pekerjaan. wawasan tentang sistem kerja pengemudi ambulans dapat ditingkatkan dan bagaimana hal itu dapat bermanfaat bagi pekerja dan organisasi tempat mereka bekerja.

Kemudian menjadi Pengemudi ambulans harus memiliki surat izin mengemudi yang masih berlaku dan catatan mengemudi yang aman, harus memiliki pengetahuan dasar pertolongan pertama, mampu menangani berbagai situasi darurat, dan bisa bekerja berjam-jam.

Tanggung jawab utama pengemudi ambulans bukan hanya mengemudikan ambulans mengangkut pasien ke rumah sakit, dan memberikan dukungan kepada kru. Tetapi ada bagian lain yang tidak kalah penting dengan mengemudi mengangkut pasien ke rumah sakit.

Dan yang pasti, menjadi Pengemudi ambulans harus memiliki surat izin mengemudi yang masih berlaku dan catatan mengemudi yang aman, harus memiliki pengetahuan dasar pertolongan pertama, mampu menangani berbagai situasi darurat, dan bisa bekerja berjam-jam.

9 Langkah Sistem Kerja Pengemudi Ambulans 

Langkah Pertama: Komunikasi. 30 menit sebelum waktu kerja mulai, seorang pengemudi Ambulans harus sudah ada di tempat dia bekerja. Selanjutnya lakukan komunikasi dengan pengemudi dan kru yang sedang bertugas, tanya beberapa hal yang berkaitan dengan ambulans, sebelum kemudian melakukan pengecekan secara lansung.

Setelahnya Anda harus Memastikan unit Ambulans yang akan Anda gunakan, memastikan layak dan siap untuk dipakai. Anda juga harus memastikan unit Ambulansnya bersih dan tidak ada masalah.

Langkah ke-2: Pengecekan Eksterior  Ambulans. Pengecekannya harus secara detail mengelilingi bodi Ambulans, kaca-kaca, spion dan kanan, wiper, tekanan angin ban, tutupan tangki BBM.

Dan jangan jupa untuk menengok ke kolong pastikan tidak ada tetesan apa pun,  serta memastikan juga bagian atapnya. Lalu jangan luga ban serep yang tergantung di kolong ada, dan pastikan kondisinya aman.

Anda juga harus memastikan unit Ambulans yang akan Anda gunakan dalam keadan layak dan siap untuk digunakan. Memastikan unit Ambulansnya bersih dan tidak ada masalah, mengeceknya secara detail mengelilingi bodi Ambulans dan menengok ke kolong serta atap.

Langkah ke-3: Pengecekan Interior. Selain memeriksa Eksterion atau bagian luar, pengemudi Ambulans juga wajib memeriksa kondisi Ambulans bagian dalam. Bagian kabin pengemudi dan kabin pasien atau penumpang, periksa kebersihan dek dan dinding-dinding Interiornya. 

Kemudian periksa dua tempat sampah yang tersedia. Sampah medis dan sampah umum,  jika ada sampah segera pindahkan ke tempat sampah induk, sesuai dengan jenis sampahnya.

Langkah ke-4: Pengecekan alat kesehatan (Alkes) dan pendukung medis lainnya. Bagian pertama, periksa ketersedian dua tabung oksigen utama, kemudian lanjut pengecekan satu tabung cadangan, jika salah satu dari ketiganya ada yang kosong, maka harus segera diganti. 

Berikutnya cek brangkar tempat tidur Pasien, pastikan bersih dan tidak ada masalah, jika ada kerusakan buat catatan kerusakan, dan segera ambil brangkar cadangan. 

Lanjut Pengecekan tandu Pasien, jika kotor bersihkan segera, dan jika bermasalah segera ganti dengan tandu cadangan. 

Kemudian lanjut ke pengecekan scoop stretcher pasien. Periksa secara detail kedua bagiannya, periksa kebersihannya, jangan lupa mur dan bautnya diperiksa dengan teeliti. 

Langkah ke-5: Pengecekan lembar ceklis Ambulans. Periksa dengan teliti, jangan ada bagian yang luput dari perhatian Anda, karena ini menyangkut unit dan pendukung medis lainnya.

Langkah ke-6: Periksa buku Catatan kegiatan Ambulans. Mengecek buku catatan kegiatan Ambulans, cek catatan sebelumnya. 

Oh iya guys, dalam unit Ambulans, kami memiliki buku catatan aktivitas Ambulans, fungsinya yaitu untuk mencatat semua kegiatan apapun dari waktu ke waktu, semuanya wajib dicatat dalam buku tersebut. 

Di dalamnya catatannya seperti berikut: Hari dan tanggal - jam keberangkatan - kilometer awal keberangkatan - tujuan keberangkatan - keterangan keberangkatan - pendamping - jam tiba di tujuan -  kilometer tiba di tujuan - tanda tangan dan nama Pengemudi. Ketika balik juga harus diisi dengan lengkap seperti demikian. 

Langkah ke-7: Pengecekan Mesin Ambulans. Pengecekan Manual! Berhubung unit Ambulans yang Saya gunakan adalah jenis Toyota Hiace Commuter MT 2018, maka cek mesinnya tetap di bawa jok kabin pengemudi, lalu cek kondisi mesin, Oli,dan Accu, 

Kemudian buka kap depan, cek air radiator, air wiper, dan minyak rem. Jika ada yang kurang segera ambil tindakan, tetapi jika aman lanjut ke pemeriksaan bagian lainnya.

Langkah ke-8: Kembali ke kabin pengemudi, silahkan nyalakan kontak, dan perhatikan lampu Indikator. Jika ada yang bermasalah segera bertindak, tetapi jika aman silahkan hidupkan mesin unit Amubulansnya. 

Dan seting kesesuaian posisi strir nya, jika terlalu tinggi maka turunkan, dan jika terlalu turun maka silahkan naikan. Jangan lupa sesuaikan spion kiri dan kanan, beserta set beal. 

Langkah ke-9: Matikan mobil, dan kunci! Lalu pergi ke petugas medis, bidan, perawat atau dokter. Tanyakan apakah ada kemungkinan melakukan rujukan? 

Jika ada, tanyakan kondisi pasiennya, tanyakan juga apakah pasien dapat berjalan sendiri menuju Ambulans, atau menggunakan kursi roda, atau menggunakan Brangkar.

Dan tanyakan juga kemungkinan rujukannya ke Rumah Sakit mana, Jika sudah mendapatkan bayangannya, maka sebagai Sopir Ambulans yang profesional wajib menganalisa rute.

Ingat karena berhubung Saya di Jakarta, untuk menuju satu Rumah Sakit terkadang memiliki lebih dari tiga rute. Tetapi untuk menuju Rumah Sakit tersebut pada jam yang sama akan memiliki situasi yang berbeda.

Sebagai ilustrasi: Jalan menuju Rumah Sakit A, rutenya ada tiga, Jalan A, Jalan B, dan Jalan C. Situasi jam 09:00 pagi pada jalan A, tidak sama dengan situasi di jalan B dan C. 

Situasi jam 09:00 pagi di jalan B tidak sama dengan situasi di jalan A dan jalan C, Situasi jam 09:00 pagi di jalan C tidak sama dengan situasi pada jam 09:00  di jalan A & jalan B. 

Demikian juga dengan situasi Siang, sore ataupun malam. Dan oleh karena hal tersebut maka seorang Pengemudi Ambulans wajib menganalisa rute sebelum melakukan rujukan Pasien. 

Namun pertimbangkan juga analisanya kemungkinan bisa meleset, maka perlu rute alternatif. Namun meskipun demikian, keputusan dapat diambil tergantung kondisi pasien dan permintaan petugas medis.

Pentingnya Sistem Kerja Pengemudi Ambulans

Karena alur kerja pengemudi ambulans sangat penting untuk keselamatan pasien yang mereka bawa. Mereka harus mendapat informasi yang baik tentang situasi yang mereka masuki dan pasien yang mereka bawa untuk membuat keputusan terbaik bagi pasien mereka. 

Pengemudi ambulans juga harus selalu sadar akan lingkungannya dan bersiap untuk menanggapi keadaan darurat apa pun. Mereka juga harus mengetahui kondisi pasien dan bersiap untuk memberikan perawatan sebaik mungkin. Pengemudi ambulans harus selalu siap mengemudi dengan cepat dan aman. 

Mereka harus mengawasi jalan dan bersiap untuk mengambil tindakan mengelak jika perlu. Pengemudi ambulans sudah seharusnya untuk memiliki Sistem Kerja Pengemudi Ambulans.

Kesimpulan

Kesimpulannya, 9 Langkah Sistem Kerja Pengemudi Ambulans yang dibahas dalam artikel blog idndriver.com ini menjadi panduan komprehensif bagi pengemudi ambulans untuk mengoptimalkan alur kerja dan memberikan layanan medis darurat yang efisien. 

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pengemudi ambulans dapat memastikan bahwa mereka diperlengkapi, dilatih, dan dipersiapkan dengan baik untuk merespons berbagai keadaan darurat secara efektif. 

Mulai dari menjaga komunikasi dengan petugas operator hingga memprioritaskan perawatan pasien dan dokumentasi, setiap langkah memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran sistem kerja pengemudi ambulans. 

Dengan mengintegrasikan langkah-langkah ini ke dalam rutinitas sehari-hari, pengemudi ambulans tidak hanya dapat meningkatkan kinerja mereka tetapi juga berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa dan memberikan bantuan medis tepat waktu kepada mereka yang membutuhkan.

Post a Comment for " 9 Langkah Sistem Kerja Pengemudi Ambulans "