Profil Domain-Holder Besar: Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Di dunia investasi domain, ada sekelompok individu dan perusahaan yang telah membangun kerajaan digital dengan mengoleksi, mengelola, dan menjual domain bernilai tinggi. Mereka adalah domain-holder besar, para pionir yang memahami bahwa nama domain bukan sekadar alamat di internet, tetapi juga aset berharga yang bisa bernilai jutaan dolar.

Ilustrasi ikon domain holder, globe, grafik pertumbuhan, dan riset—melambangkan strategi dan wawasan dari pemilik domain besar.

Siapa saja mereka? 

Bagaimana strategi mereka? 

Dan yang paling penting, apa yang bisa kita pelajari dari mereka untuk membangun kesuksesan dalam investasi domain? Mari kita kupas lebih dalam.

Profil Domain-Holder Besar

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Di balik industri domain yang tampak sederhana, ada sekelompok individu dan perusahaan yang menguasai ribuan hingga jutaan domain. Mereka dikenal sebagai domain-holder besar, pemilik domain dalam jumlah besar yang mengelola aset digitalnya seperti portofolio investasi. Beberapa di antara mereka sukses menjual domain dengan harga fantastis, sementara yang lain membangun bisnis berbasis domain yang mendominasi internet.  

Lantas, siapa saja mereka? 

Bagaimana strategi mereka? 

Dan yang paling penting, apa yang bisa kita pelajari dari mereka sebagai investor domain? 

Mari kita bahas secara mendalam dalam tulisan ini.

Siapa Saja Domain-Holder Besar di Dunia?

1. Yun Ye (UltSearch) – Miliuner Pertama di Dunia Domain  

Yun Ye mungkin bukan nama yang sering muncul di media, tetapi di awal 2000-an, ia adalah salah satu investor domain paling sukses di dunia. Ia membangun UltSearch, sebuah portofolio yang berisi puluhan ribu domain generik dengan lalu lintas tinggi. 

Pada tahun 2004, Yun Ye menjual seluruh koleksi domainnya ke Marchex seharga $164 juta, salah satu transaksi domain terbesar saat itu. Strateginya? Mengamankan domain generik yang memiliki trafik alami. Misalnya, domain seperti "cars.com" atau "loans.com" memiliki nilai tinggi karena orang secara alami mengetikkan kata tersebut di browser.  

Pelajaran:

  • Domain dengan kata kunci generik bernilai tinggi, terutama jika memiliki trafik organik.  
  • Konsentrasi pada area yang dapat menghasilkan uang melalui periklanan atau pengalihan tautan.

2. Frank Schilling – Raja Domain Modern  

Frank Schilling merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam industri domain. Ia mendirikan Uniregistry, sebuah platform registrar dan marketplace domain yang kemudian diakuisisi oleh GoDaddy pada tahun 2020.  

Schilling memiliki lebih dari 350.000 domain dalam portofolionya, termasuk domain premium dengan nilai jutaan dolar. Ia dikenal dengan strategi agresif dalam membeli dan memonetisasi domain. Selain itu, ia berani berinvestasi dalam ekstensi domain baru (ngTLDs) seperti .link dan .photo.  

Pelajaran:  

  • Jangan hanya fokus pada .com, tetapi perhatikan tren ekstensi domain baru.  
  • Bangun infrastruktur sendiri (marketplace, registrar, atau sistem monetisasi). 

3. Mike Mann – Sang Spekulator Domain  

Mike Mann adalah salah satu domain flipper (pembeli dan penjual cepat) paling aktif di dunia. Ia pernah mengklaim membeli lebih dari 14.000 domain dalam sehari melalui perusahaannya, BuyDomains.  

Mann mengandalkan strategi volume: membeli banyak domain murah dan menjualnya dengan markup tinggi. Ia pernah menjual DomainMarket.com seharga $2 juta dan Phone.com dengan harga yang tidak diungkapkan tetapi diperkirakan bernilai jutaan dolar.  

Pelajaran: 

  • Kuantitas bisa menjadi strategi jika digabungkan dengan analisis pasar yang tepat.  
  • Gunakan strategi flipping: beli murah, jual lebih tinggi dalam waktu singkat.  

4. Rick Schwartz – “Domain King”  

Rick Schwartz adalah legenda di dunia domain. Ia adalah pemilik Candy.com, yang dijual seharga $3 juta. Ia percaya bahwa domain berkualitas adalah real estate digital yang nilainya akan terus meningkat. Strategi utamanya adalah menahan domain dalam jangka panjang dan menunggu pembeli yang bersedia membayar harga tinggi.  

Pelajaran:  

  • Sabar adalah kunci dalam investasi domain.  
  • Fokus pada domain premium yang bisa digunakan untuk bisnis nyata.  

Strategi Umum yang Digunakan Domain-Holder Besar

Dari profil di atas, ada beberapa strategi yang sering digunakan oleh para domain-holder besar:  

1. Fokus pada Domain Generik dan Premium 

Domain seperti Insurance.com, Hotels.com, atau CreditCards.com bernilai tinggi karena langsung mencerminkan kategori bisnis tertentu. Domain-holder besar biasanya mengincar domain seperti ini karena memiliki potensi bisnis jangka panjang.  

Tips untuk investor pemula:  

  • Carilah domain dengan istilah yang sering dicari.
  • Manfaatkan alat seperti Google Keyword Planner atau Ahrefs untuk meneliti jumlah pencarian.

2. Diversifikasi Ekstensi Domain  

Meskipun .com tetap menjadi raja, beberapa domain-holder besar mulai mengakuisisi ekstensi lain seperti .io, .ai, .co, dan ngTLDs (.xyz, .club, dll.) karena meningkatnya permintaan dari startup dan bisnis teknologi.  

Tips: 

  • Perhatikan tren industri. Misalnya, domain .ai banyak digunakan oleh perusahaan kecerdasan buatan.  
  • Jangan takut mencoba ekstensi baru, tetapi tetap lakukan riset pasar terlebih dahulu.  

3. Monetisasi Domain Melalui Parkir dan Redirect

Banyak domain-holder besar memonetisasi domainnya sebelum dijual. Salah satu cara yang paling umum adalah domain parking, di mana domain ditempati oleh halaman iklan yang menghasilkan pendapatan dari klik pengguna. Berikut adalah beberapa layanan parkir domain yang terkenal: 

Selain itu, beberapa domain dengan trafik tinggi bisa langsung diarahkan ke situs afiliasi atau e-commerce untuk mendapatkan komisi.  

Tips:  

  • Jika memiliki domain dengan trafik alami, manfaatkan sistem domain parking. 
  • Coba arahkan domain ke program afiliasi atau situs jual beli seperti Amazon.

4. Membeli dan Menjual Domain dengan Harga yang Tepat 

Salah satu taktik penting yang digunakan oleh pemilik domain besar adalah flipping, yaitu membeli domain dengan biaya rendah dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Berikut beberapa cara untuk menemukan domain murah:  

  • Lelang expired domain atau domain yang sudah tidak aktif: GoDaddy Auctions, NameJet, atau SnapNames.
  • Drop-catching services: DropCatch atau Pheenix.  
  • Membeli langsung dari pemilik domain yang kurang aktif.  

Tips: 

  • Jangan takut menawar domain premium, terutama jika potensinya besar.  
  • Perhatikan tren industri sebelum membeli domain tertentu.  

5. Membangun Bisnis Berbasis Domain 

Beberapa domain-holder besar tidak hanya membeli dan menjual domain, tetapi juga membangun bisnis berbasis domain. Contoh suksesnya adalah:  

  • Hotels.com → Situs booking hotel.  CarInsurance.com → Platform perbandingan asuransi mobil.
  • Jika memiliki domain premium yang kuat, pertimbangkan untuk mengembangkannya menjadi bisnis.  

Tips: 

  • Jika tidak bisa mengelola sendiri, pertimbangkan untuk menjual domain ke perusahaan yang membutuhkannya.  
  • Bisa juga bekerja sama dengan investor atau startup untuk mengembangkan bisnis dari domain tersebut.  

Kesimpulan

Apa yang Bisa Kita Pelajari? 

Menjadi domain-holder besar bukan hanya soal memiliki ribuan domain, tetapi juga strategi dalam memilih, mengelola, dan menjualnya dengan bijak. Dari kisah sukses para domain investor di atas, ada beberapa pelajaran penting:  

  • Pilihlah nama domain yang mengandung kata kunci dengan potensi nilai bisnis yang besar.
  • Jangan hanya fokus pada .com, tetapi perhatikan tren ekstensi domain baru.
  • Manfaatkan monetisasi domain seperti parking atau redirect ke afiliasi.
  • Beli domain murah dari lelang atau pemilik lama, lalu jual dengan markup tinggi.
  • Pertimbangkan untuk membangun bisnis dari domain yang dimiliki.  

Bagi kita yang baru terjun ke dunia domain, strategi ini bisa menjadi pedoman untuk membangun portofolio yang sukses. Jangan takut untuk bereksperimen, belajar dari kesalahan, dan terus mengasah insting dalam memilih domain berkualitas.  Siap menjadi domain-holder besar berikutnya?

Post a Comment for "Profil Domain-Holder Besar: Apa yang Bisa Kita Pelajari?"