Ini Kecepatan Minimum Dan Maksimum Ambulans

Kecepatan Minimum dan maksimum ambulans adalah hal yang wajib diketahui oleh setiap sopir ambulans di Indonesia, khususnya di kota Jakarta. Karena tentunya memiliki tantangan tersendiri, terutama menghadapi kondisi lalu lintas kota yang kian hari kian padat dan semakin sibuk.  
kecepatan Minimum Dan Maksimum Ambulans
Namun, disisi lain menjadi sopir ambulans adalah pekerjaan yang sangat penting dan membutuhkan banyak keterampilan. Kemudian seseorang bertanya, apakah tidak sulit mengemudikan ambulans bawa orang sakit dan menghadapi padatnya jalanan Jakarta? dalam prosesnya tidak ada kesulitan.

Karena sebenarnya jika Anda pandai mengemudi, Anda juga akan pandai dalam mengemudikan ambulans. Dan yang terpenting adalah memahami aturannya, terutama dalam hal keselamatan pasien dan keselamatan berlalu lintas.

  • Kendaraan Prioritas Nomor Dua

Kita semua tentu menyadari bahwa Ambulans merupakan kendaraan prioritas yang harus diberi akses cepat. Yang artinya ketika sedang berpas-pasan dalam kepadatan jalanan maka wajib dibukakan atau berikan jalan untuknya. 

Merujuk pada undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009 (LLAJ), khususnya pasal 134 & 135, Pengguna Jalan Yang Memperoleh Hak Utama, Ambulans merupakan kendaraan prioritas nomor dua setelah mobil pemadam kebakaran.

Namun hal ini tidak berarti ambulans dapat semena-mena dalam melakukan aktivitasnya di tengah kepadatan arus lalu lintas

Tetapi pernahkah Anda bertanya apakah kendaraan prioritas seperti ambulans ini memiliki aturan batas kecepatan tertentu, atau dengan kata lain kecepatan minimum dan maksimum ambulans

Jika Anda salah satu yang memiliki pertanyaan seperti demikian, maka Anda sedang membaca dan mengunjungi blog yang tepat. Tetapi sebelum kesana pahami dulu beberapa hal berikut ini:

  • Hal kecil yang perlu diingat

Mengemudi Ambulans bukan tentang jago dalam mengemudi, tetapi ada aturan pertimbangan keselamatan yang harus sopir Ambulans ketahui. 

Mengemudi Ambulans tidak serta merta menjadi penguasa jalanan,  tetapi ada tata tertib dan disiplin dalam mengemudi dan berlalu lintas yang perlu diperhatikan. 

Mengemudi Ambulans juga bukan hanya tentang keselamatan pasien yang harus dibawa menuju rumah sakit, atau ambulans kosong ber-rotator menuju tempat terjadi kecelakaan.

Namun mengemudi ambulans adalah tentang bisa sampai ke tempat yang Anda butuhkan dengan aman, nyaman dan selamat.

  • Kecepatan Minimum Ambulans

Kecepatan minimum dan maksimum Ambulans merupakan pertimbangan keselamatan yang sangat penting ketika membawa pasien. 

Aturan kecepatan minimum ambulans berbeda-beda di setiap negara, tetapi semua ambulans harus menempuh setidaknya 20 mph atau 40 km/jam untuk masuk atau meninggalkan fasilitas ambulans seperti puskesmas dan rumah sakit. 

Ambulans juga harus menjaga kecepatan aman saat melakukan perjalanan dalam kondisi cuaca yang kurang baik, seperti sedang terjadi hujan deras, yang mungkin sulit dan beresiko jika dilakukan saat bepergian dengan kecepatan tinggi.

  • Kecepatan Maksimum Ambulans

Berikut ini adalah aturan kecepatan maksimum ambulans yang paling umum. Batas kecepatan maksimum ambulans ditetapkan untuk memastikan bahwa orang dan properti tidak terluka saat bepergian dengan kecepatan tinggi. 

Kecepatan maksimum Ambulans dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 40 mph atau 60 km/jam pada jalan biasa Non Tol, dan 60 mph atau 80 km/jam pada jalan Tol.

Tetapi jika kita berpatokan pada kondisi pasien dan situasi lalu lintas, seharusnya tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Aturan kecepatan minimum dan maksimum ambulans terkadang bervariasi tergantung kondisi dan situasi.

Karena kecepatan layanan ambulans sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Namun, sebagai aturan umum, ambulans di Indonesia harus dapat mencapai tujuannya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Tetapi meskipun demikian, pada prakteknya di lapangan tetap ada beberapa pengecualian untuk aturan kecepatan minimum dan maksimum ambulans

Misalnya, ketika sedang terjadi hujan deras, ambulans yang membawa pasien dengan luka yang sangat serius, pasien dengan penurunan kesadaran, ibu hamil dengan kondisi tertentu, pasien jantung, dan sebagainya.

Selain itu, ini juga karena ambulans seakan seperti dirancang untuk bergerak lambat atau cepat dan efisien melalui lalu lintas, dan biasanya tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan yang sama seperti mobil biasa. Maka sekali lagi Kecepatan Minimum dan maksimum ambulans merupakan pertimbangan keselamatan yang sangat penting.

Post a Comment for "Ini Kecepatan Minimum Dan Maksimum Ambulans "