Pahami Fungsi Marka Yellow Box Junction: Driver Wajib Tahu!

Yellow Box Junction
Kenali dan pahami arti dan Fungsi Yellow Box Junction (YBJ). Apa itu Yellow Box Junction? Yellow Box Junction adalah kalimat dalam bahasa Inggris, yang artinya persimpangan kotak kuning. 

Saat Anda berkendara melintas beberapa persimpangan jalan di DKI Jakarta, tentu Anda pernah melihat garis kuning berbentuk persegi dan berukuran besar di aspal sebuah persimpangan jalan.

Marka jalan persimpangan kotak kuning ini mungkin belum begitu familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mengingat marka Yellow Box Junction ini lebih banyak terlihat di kota-kota besar yang memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi,  seperti kota Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia ini.

Namun saat ini jika Anda perhatikan di kota-kota Anda semua, terutama yang memiliki arus kendaraan yang cukup tinggi, rasanya sangat tidak mungkin jika tidak memiliki marka Yellow Box Junction ini.

Fungsi marka jalan Yellow Box Junction

Sekilas fungsi Yellow Box Junction ini terlihat tidak berbeda jauh dengan lampu lalu lintas, namun sebetulnya Yellow Box Junction justru lebih ke mempertegas fungsi lampu lalu lintas yang ada di setiap persimpangan jalan raya.  Selain itu Yellow Box Junction juga dapat dianggap sebagai pembantu para petugas satlantas dalam mengatur arus kendaraan dan mendisiplinkan pengendara.

Namun, Fungsi utama dari Yellow Box Junction atau marka  persimpangan kotak kuning ini justru lebih dari yang kita bayangkan. Persimpangan kotak kuning ini ada untuk membuat arus Lalu Lintas di sebuah persimpangan jalan tidak terkunci saat terjadi kepadatan arus lalu lintas. 

Yellow Box Junction merupakan marka jalan yang bertujuan mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas di setiap persimpangan jalan. Saya dan Anda pasti sangat memahami situasi di suatu persimpangan jalan sering kali adanya kepadatan arus kendaraan. 

Sederhananya adalah, ketika lampu lalu lintas di sebuah persimpangan jalan sudah berwarna hijau, maka para pengguna jalan yang belum masuk ke area kotak kuning harus berhenti ketika masih ada kendaraan lain di dalam area kotak berwarna kuning tersebut. 

Dan apabila sudah terjadi kelancaran maka mereka baru boleh maju jika kendaraan yang ada di Yellow Box Junction sudah keluar. Dikarenakan sering kali saat arus lalu lintas padat, pengendara seringkali terus menerobos lampu lalu lintas, meski sudah berganti jadi merah. 

Jadi garis kotak kuning Yellow Box Junction ini menjadi pembatas yang tidak boleh dilintasi oleh pengendara saat antrean kendaraan di area persimpangan sedang padat. 

Meskipun lampu lalu lintas sudah berwarna hijau, pengguna jalan yang belum masuk kotak kuning harus berhenti jika di dalam area garis kotak berwarna kuning masih ada kendaraan lain. Dan  mereka boleh bergerak maju kalau kendaraan di area kotak kuning tersebut sudah keluar.

Undang-undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Fungsi Yellow Box Junction sendiri sudah diatur dalam Pasal 287 ayat (2) junto pasal 106 ayat (4) huruf a dan b dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Tetapi hal yang disayangkan yaitu sejak mulai disosialisasikan tahun 2010 yang lalu, sampai saat ini masih banyak saja pengendara nakal baik roda dua maupun roda empat mengabaikan keberadaan marka jalan Yellow Box Junction ini.

Masih umum juga ditemui pengguna jalan menerobos marka Yellow Box Junction saat kondisi lalu lintas di jalur lain tersendat. Dan bisa dipastikan juga, bahwa kemacetan yang lebih parah pasti terjadi.

Tetapi saya selaku Sopir Ambulans di kota Jakarta ini, menaru hormat kepada bapak2 dan ibu2 Jajaran Satlantas Polda Metro Jaya, mengingat sebagai pengawasan tambahan hampir setiap persimpangan jalan di seluruh wilayah DKI Jakarta sudah dilengkapi dengan kamera pemantau cctv.

Mengingat secara aturan hukum, Yellow Box Junction merupakan marka prioritas yang fungsinya paling diutamakan ketimbang alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu-rambu lainnya.

Hal ini sudah tertulis jelas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pada pasal 103 ayat 3 yang berbunyi seperti berikut:

“Dalam hal terjadi kondisi kemacetan lalu lintas yang tidak memungkinkan gerak kendaraan, fungsi marka kotak kuning harus diutamakan dari pada alat pemberi isyarat lalu lintas yang bersifat perintah atau larangan.”

Sebagai sanksinya adalah bagi yang melanggar marka jalan yang satu ini, akan dikenai sanksi sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang yang sama Pasal 287 ayat 2. Sanksi pelanggarannya yaitu pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. (lima ratus ribu)

Tetapi rasa-rasanya Yellow Box Junction hanya akan dapat berfungsi dengan maksimal jika ada kesadaran dari para pengguna jalan itu sendiri. Karena kesadaran Masyarakat juga menjadi kunci utama fungsi dari Yellow Box Junction itu sendiri. Saya harap setelah Anda mengetahui arti dan Fungsi Yellow Box Junction ini, Anda bisa bisa lebih disiplin dalam berlalu lintas.

Post a Comment for "Pahami Fungsi Marka Yellow Box Junction: Driver Wajib Tahu!"